Syukuran Sang Guru Bangsa Hukum Tata Negara

102

Independensia | Jakarta – Syukuran 63 Tahun Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, SH., Sahabat Kita Semua digelar di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/04/2019).

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir Ketua Mahkamah Konstitusi pertama, Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, SH.

Hadir pula Presiden RI ke-3, Prof. Dr. BJ Habibie yang didampingi oleh putranya mas Ilham. Terlihat pula para tokoh agama Prof. Dr. Romo Frans Magnes Suseno dan akademisi Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons), Ph.D.

Syukuran diisi dengan berbagai testimoni kerabat dan kolega Prof. Jimly. Dalam testimoninya, Nadirsyah menyampaikan datang dari jauh demi memenuhi undangan tuan rumah sekaligus gurunya.

“Saya jauh-jauh datang dari Melbourne, Australia demi memenuhi undangan Prof. Jimly. Beliau adalah guru hukum bagi saya terutama di bidang ketatanegaraan,” ujar dosen Monash University Faculty of Law, Australia.

Nadirsyah juga menceritakan tentang kekaguman para guru besar hukum Australia atas jasanya dalam mendirikan Mahkamah Konstitusi RI.

“Mau tidak mau, diakui maupun tidak bahwa para guru besar hukum Australia mengakui bahwa Prof. Jimly memiliki peran besar dalam pendirian MK. Meskipun ada beberapa kebijakan yang dikritik pula oleh para guru besar itu,” ucap Nadirsyah.

Tak hanya tentang MK, karya beliau pun diapresiasi sejumlah guru besar hukum tata negara Australia.

“Beliau-beliau disana itu heran dengan Pak Jimly. Disana (Australia) hingga hari ini belum ada yang bisa membuat buku sebanyak Pak Jimly. Pak Jimly memiliki 65 buku tentang ketatanegaraan kalau saya tidak salah. Ini sungguh prestasi yang luar biasa, tidak hanya di dalam, diluar negeri juga. Saya pun bingung bagaimana cara beliau itu makannya, istirahatnya juga. Begitu banyak buku yang beliau tulis,” tambah Nadirsyah sebelum mengakhiri testimoninya.

Mantan Ketua DPR 2004-2009, dr. H.R. Agung Laksono pun memberikan ucapan selamat dan testimoni.

“Pertama saya ucapkan selamat ulang tahun ke-63. Beliau ini selain murid saya, juga guru saya untuk urusan hukum. Usia kami memang terpaut cukup jauh. Tapi perkawanan selalu kami jalin sejak kami bertemu, dan saya juga lupa kapan bertemu dengan beliau pastinya,” ucap Agung diselingi tawa para tamu undangan.

“Singkat saja testimoni saya, kalau saya menguji tesis maupun disertasi mahasiswa umum, pasti di daftar pustakanya ada buku Prof. Jimly,” tambah Agung.

“Dan yang terakhir, semoga hari esok (17/04/2019) menjadi kado terindah bagi Prof. Jimly,” tutup Agung dengan gemuruh tepuk tangan para tamu.

Acara diakhiri dengan foto bersama para tamu undangan dan keluarga besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here