Kamis, Desember 8, 2022
spot_img

Sungai Batang Bungo Tercemar, Ratusan Masyarakat Unjuk Rasa

independensia.id – Sungai Batang Bungo yang tercemar mendapat perhatian dari masyarakat dengan melakukan aksi unjuk rasa mengecam penambangan emas dan illegal logging di hulu sungai.

Aksi demonstrasi ini diikuti oleh pemuda, orang tua, dan anak-anak di depan Balai Dusun Sei Telang, Kecamatan Batin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi, Senin (21/11/2022).

Penolakan masyarakat ini dikarenakan kegiatan penambangan emas menyebabkan air menjadi keruh, berlumpur, dan tercampur bahan kimia. Padahal sungai Batang Bungo adalah komoditas penting untuk ribuan jiwa.

“Daerah kita ini sedang tidak baik-baik saja oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab. Kita hadir di sini sebagai bentuk kecintaan kita kepada daerah. Penambangan emas dan illegal logging marak, kami minta dihentikan,” jelas orator dalam aksi tersebut.

Menurutnya, dalam proses penambangan emas di hulu Sungai Batang Bungo ini sangat merugikan masyarakat. Namun, tetap bisa berjalan dengan lancar seakan tanpa masalah.

Masyarakat Sei Telang sudah berkali-kali melakukan penolakan kehadiran alat berat berupa excavator (bego) yang digunakan untuk menambang emas. Namun, seakan tanpa takut, pemilik alat berat dan pegawainya tetap bertahan untuk melakukan penambangan.

Dampaknya, sejak beberapa waktu terakhir air di sungai Batang Bungo mengalami pencemaran berat.

Selama ini, sungai Batang Bungo memiliki air yang jernih dan segar karena dikelilingi hutan dan kebun masyarakat.

Air yang jernih tersebut digunakan masyarakat untuk mandi, minum dan kebutuhan rumah tangga setiap harinya. Selain itu, masyarakat juga terbiasa mencari ikan untuk lauk di sepanjang sungai Batang Bungo.

“Tidak mudah menyampaikan hal ini (menolak pencemaran sungai), penuh resiko, akan diteror nantinya,” teriak orator di depan massa.

Selain itu, hulu sungai Batang Bungo merupakan wilayah wisata kebanggaan masyarakat Bungo karena airnya yang jernih dan berbatu. Namun, wisata air yang asri tersebut kini sudah tercemar oleh oknum yang melakukan penambangan secara besar-besaran menggunakan alat berat.

“Illegal Logging, ada satu alat berat di dalam hutan, kami minta ada tindak lanjut dan efek jera. Biar tidak terulang kembali,” imbuhnya.

Peningkatan laju illegal logging dan penambangan emas illegal atau Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sudah makin jauh masuk ke hulu sungai Batang Bungo dan ke dalam hutan.

Dusun Sei Telang sendiri memiliki hutan lindung bernama Bujang Raba. Masyarakat sangat menjaga hutang ini karena menjadi tempat hidupnya berbagai jenis hewan dan sumber mata air.

Upaya menjaga hutan ini membuat masyarakat Sei Telang juga mendapatkan pembagian dana ‘imbal jasa karbon’ dari dunia internasional.

Pada tahun 2021, imbal jasa karbon diterima warga di lima dusun, yakni Dusun Senamat Ulu, Laman Panjang, Lubuk Beringin, Buat, dan Sei Telang.

“Kami meminta pihak berwajib mengeluarkan excavator dalam tempo dua hari sejak aksi ini,” tegas orator.

Orator juga meminta perangkat desa yang terlibat dalam kasus penambangan emas di sungai Batang Bungo dan illegal logging untuk mundur dari jabatannya. Karena menghiati hati masyarakat yang sangat mencintai alam dan kejernihan sungai Batang Bungo.

“Jika Rio (kepala desa) tidak mampu mengatasi hal ini maka kami minta mundur,” tutup orator.

 

Dukung tim Independensia.id dengan cara traktir agar kami bisa lebih produktif lagi dalam memberikan informasi yang aktual dan faktual.

Setiap kontribusi, berapapun besar atau kecilnya, memperkuat jurnalisme kita dan menopang masa depan kita. Dukung Independensia.id mulai dari Rp 20.000 – hanya butuh satu menit. Jika Anda bisa, pertimbangkan untuk mendukung kami dengan jumlah yang lebih, Terima kasih.

 

Simak berita terkini dan tulisan pilihan di kanal Telegram “Independensia.id” klik link https://t.me/independensiaid_update untuk bergabung.

Bagikan artikel

Komentar

Artikel Terkait

Selengkapnya
spot_img

Terbaru

Pertikaian HMI dan PMII di UINSU Berujung Mediasi

Lima Prinsip dan Norma Undang-undang (UU) Pesantren

Membedah Terpilihnya MN KAHMI yang Didominasi Politisi

Terpopuler