Kamis, Desember 8, 2022
spot_img

Krisis Simpati Baim Wong dan Paula Verhoeven dalam Kasus KDRT

Usai menuai kritik dari banyak pihak, pasangan artis Baim Wong dan Paula Verhoeven kembali membuat blunder. Seolah belum cukup dihujat warganet, pasangan ini lebih memilih untuk melanjutkan hidup dengan konten yang ngaco.

Baim Wong dan Paula Verhoeven membuat konten prank tentang laporan palsu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam video tersebut, terlihat sang istri berpura-pura untuk melaporkan kasus KDRT di Polsek Kebayoran Lama.

Sementara dari kejauhan, Baim Wong cekikikan melihat Paula Verhoeven melancarkan aksinya. Konten prank ini sontak mengundang amarah warganet, lantaran bertepatan dengan kasus KDRT yang dialami Lesti Kejora.

BACA JUGA:

HMI Purwokerto dan Driver Ojek Online Tolak Kenaikan BBM, Bupati Banyumas Langsung Adakan Rapat 

Banyak pihak yang mengecam tindakan tersebut. Selain blunder, konten prank tentang laporan palsu KDRT juga dianggap tidak memiliki empati dan simpati. Sebelumnya, pasangan ini juga telah membuat ulah dengan mendaftarakan Citayam Fashion Week ke HAKI.

Alih-alih belajar dari masa lalu, Baim dan Paula memilih untuk kembali menunduk lesu dengan mata yang berkaca-kaca. Kemudian, minta maaf kepada khalayak untuk menunjukkan rasa berasalahnya.

Namun, dalam proses pembautan konten, Baim dan Paula lupa bahwa khalayak sudah dididik untuk bergerak lebih cepat. Baik untuk menumpahkan amarah, pujian, maupun lupa. Sehingga, terasa sia-sia jika terus keras kepala membuat konten yang tidak “mengena”.

KDRT Bukan Konten, Apalagi Lelucon

Kasus KDRT yang menimpa Lesti Kejora mencuat ke publik. Banyak khalayak yang tidak menyangka bahwa suaminya, Riski Billiar melakukan aksi sekeji itu. Tersiar kabar, penyanyi dangdut jebolan ajang pencarian bakat ini bahkan sampai dicekik dan dibanting ke lantai.

KDRT atau domestik violence bukan persoalan yang sepele. Kekerasan ini menyasar pada hubungan yang personal. Lantaran kerap muncul pada relasi yang intim. Secara hirarki, kekerasan berbasis gender ini kerap menerpa suami terhadap istri atau ayah kepada anak.

Tidak hanya dalam lingkup rumah tangga, kekerasan berbasis gender juga ada dalam hubungan pacaran. Komnas Perempuan bahkan menyebut KDRT sebagai kekerasan terhadap perempuan oleh anggota keluarga yang memiliki hubungan darah.

BACA JUGA:

Ketua Bidang Kajian dan Advokasi Kohati PB HMI Apresiasi dan Dukung Sikap Lesty Atas Kasus KDRT

Barang tentu, definisi tersebut tidak datang dari ruang yang hampa. Pasalnya, secara sosio-kultural, relasi gender antara laki-laki dan perempuan dibangun dengan sejumlah alasan seperti fisik yang lebih kuat, dominasi, realitas ekonomi serta faktor psikologi.

Jalan terjal munculnya kekerasan di ruang domestik ini, tidak bisa dianggap sebagai lelucon. Apalagi dijadikan konten demi mendulang rating. Sebab, bagi penyintas kekerasan, KDRT akan meninggalkan luka, baik fisik maupun psikis.

Berbeda dengan khalayak yang gampang lupa, penyintas KDRT akan mengenang seumur hidup kekerasan yang dialaminya. Sebagai sisi yang gelap. Sebagai suara atau sentuhan yang terus menggema tajam di telinga dan kepala.

Ketimbang kembali menunduk lesu dengan minta maaf kepada khalayak bahkan sampai dipolisikan, Baim Wong dan Paula Verhoeven perlu hiatus. Habiskan waktu berlibur ke Bali atau luar negeri. Sembari berfikir, labih baik mana antara mengkapitalisasi penyintas dengan mencari ular di rumahnya bersama Panji Petualang.

Dukung tim Independensia.id dengan cara traktir agar kami bisa lebih produktif lagi dalam memberikan informasi yang aktual dan faktual.

Setiap kontribusi, berapapun besar atau kecilnya, memperkuat jurnalisme kita dan menopang masa depan kita. Dukung Independensia.id mulai dari Rp 20.000 – hanya butuh satu menit. Jika Anda bisa, pertimbangkan untuk mendukung kami dengan jumlah yang lebih, Terima kasih.

 

Simak berita terkini dan tulisan pilihan di kanal Telegram “Independensia.id” klik link https://t.me/independensiaid_update untuk bergabung.

Bagikan artikel

Komentar

Artikel Terkait

Selengkapnya

Membedah Terpilihnya MN KAHMI yang Didominasi Politisi

Tragedi Kanjuruhan: Arogansi Bersenjata

spot_img

Terbaru

Pertikaian HMI dan PMII di UINSU Berujung Mediasi

Lima Prinsip dan Norma Undang-undang (UU) Pesantren

Membedah Terpilihnya MN KAHMI yang Didominasi Politisi

Terpopuler